kimia medisinal identifikasi farmakofor

  Farmakofor atau pharmacophore adalah konfigurasi spasial fitur pentingyang memugkinkan molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor targettertentu. Dengan tidak adanya struktur reseptor dikenal,farmakofor dapat di identifikasi dari suatu sel ligan yang telah diamati untuk berinteraksi denganreseptor sasaran. Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susuanan 3D fituryang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptortarget dalam situs pengikatan tertentu. Setelah diidentifikasi, farmakofor dapat berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual, terutama dalamkasus dimana struktur 3D dari reseptor tidak diketahui dan teknik docking yang tidak berlaku.
Fungsi dari identifikasi farmakofor yaitu :
1.                  Gugus molekul yang akan berikatan dengan reseptor
2.                  Menentukan posisi relatif dalam 3D ikatan obat dengan reseptor
3.                  Komformasi aktif dari molekul obat
4.                  Penting untuk mendesain
5.                  Dasar penting untuk menentukan obat baru
Ariens (1954) dan Stephenson (1956), memodifikasi dan membagi interaksi obat-reseptor menjadi dua tahap, yaitu:
1.     Pembentukan kompleks obat-reseptor
2.    Menghasilkan respons biologis
Setiap struktur molekul obat harus mengandung bagian yang secara bebas dapat menunjang afinitas interaksi obat-reseptor dan mempunyai efisiensi untuk menimbulkan respons biologis sebagai akibat pembentukan kompleks obat reseptor.
Interaksi obat-reseptor terjadi melalui dua tahap, yaitu:
a.   Interaksi molekul obat dengan reseptor spesifik
Interaksi ini memerlukan afinitas
b.  Interaksi yang dapat menyebabkan perubahan konformasi makromolekul protein sehingga timbul respons biologis.
Ikatan hidrogen
Ikatan hidrogen adalah suatu ikatan antara atom H yang mempunyai muatan positif parsial dengan atom lain yang bersifat elektronegatif dan mempunyai sepasang elektron bebas dengan oktet lengkap seperti O, N, F. Atom yang bermuatan positif parsial dapat berinteraksi dengan atom negatif parsial dari molekul atau atom lain yang berbeda ikatan kovalennya dalam satu molekul.
Contoh : H2O
 Ikatan Van Der Waal’s
Ikatan van der waal’s merupakan kekuatan tarik-menarik antar molekul atau atom yang tidak bermuatan dan letaknya berdekatan atau jaraknya ± 4-6 Å. Ikatan ini terjadi karena sifat kepolarisasian molekul atau atom. Meskipun secara individu lemah tetapi hasil penjumlahan ikatan van del waal’s merupakan faktor pengikat yang cukup bermakna terutama untuk senyawa-senyawa yang mempunyai berat molekul tinggi. Ikatan van der waal’s terlibat pada interaksi cincin benzen dengan daerah bidang datar reseptor dan pada interaksi rantai hidrokarbon dengan makromolekul protein atau reseptor.
Ikatan hidrofob
Ikatan hidrofob merupakan salah satu kekuatan penting pada proses penggabungan daerah non polar molekul obat dengan daerah non polar reseptor biologis. Daerah non polar molekul obat yang tidak larut dalam air dan molekul-molekul air disekelilingnya akan bergabung melalui ikatan hidrogen membentuk struktur quasi-crystalline (icebergs).

Interaksi obat-reseptor terjadi melalui dua tahap, yaitu:
a.   Interaksi molekul obat dengan reseptor spesifik
Interaksi ini memerlukan afinitas
b.  Interaksi yang dapat menyebabkan perubahan konformasi makromolekul protein sehingga timbul respons biologis.
Respons biologis yang terjadi setelah pengikatan obat-reseptor dapat merupakan:
1.     Rangsangan aktivitas (efek agonis)
2.    Pengurangan aktivitas (efek antagonis)
Modifikasi interaksi obat-reseptor ada dua tahap, yaitu:
1.     Pembentukan kompleks obat-reseptor
2.    Menghasilkan respons biologis
 Permasalahan  
1.  apakah yang dimaksud dari konformasi aktif?
2.  bagaimanakah cara kita mengetahui dari senyawa kromofor?
3.  Mengapa farmakofor ini sangat penting  dalam mendesain suatu obat baru?

Referensi 
Bravi, G.,E. Garcia, D.V.S. Green, M.M. Hann, 2000, Modelling Structure – Activity Relationship; Virtual Screening for Bioactive Molecules, vol. 10., Wiley-VCH, Basel, Germany.
Siswandono dan Bambang,S. 2000. Kimia Medisinal.Airlangga University Press: Surabaya.


Komentar

Postingan Populer